Mandiri .......
Autonomy ........
Satu kata yang sedang aku ajarkan kepada kedua jagoanku. Dari hal terkecil dulu ..... karena ibuknya pun juga terus berproses untuk bisa mandiri seutuhnya. Hehehehe...... selama ini dalam mind set ku, mandiri tuh ga ngrepoti orang lain terutama sodara. Sebisa mungkin menyelesaikan ato mengerjakan sendiri....kecuali dalam kondisi tidak memungkinkan. Seperti beraktivitas sehari-hari ..... jarang banget merengek minta anter suami. Hihihihi.....pernah sekali sih, cuma jadinya diketawain suami ^_^
Tapi.....suatu hari, obrolan nyantai bersama keluargaku. Entah gimana awalnya....akhirnya pembicaraan menyerempet ke kesehatanku. Hehehe....selama ini aku berobat menggunakan fasilitas ASKES. Maklum....istri seorang PNS. Hihihi....toh ga ada salahnya kan menggunakan ASKES? Memang agak sedikit repot ..... sebelum bertemu langsung dengan dokter spesialis, peserta ASKES harus meminta surat rujukan dari dokter keluarga atau pukesmas. Baru deh....bisa mengantri di rumah sakit rujukan ASKES untuk check lab, janji konsul dengan dokter spesialis. Nah....masalahnya ketika kuungkapkan proses panjang di ASKES, bapak sedikit geregetan. "Knapa sih harus menunggu dengan proses panjang seperti itu? Tinggal berangkat aja....toh periksa ke dokter spesialis juga ga mahal-mahal amat kan? Bgitu pun dengan obatnya....mandiri dong" begitu bapak berujar. DUOOOONGGG! Hehehehe....aku sih maklum, dulu bapak di BI mendapat fasilitas lengkap. Mo ke dokter, rumah sakit mana saja kalau sakit tinggal datang, bayar, ntar dapat gantinya. Tapi...untuk PNS tidak semudah itu. Hehehe....yang senasib pasti mengangguk. Pengen bisa menjelaskan ke bapak.....(lebih tepatnya membela diri...wkwkwk) tapi ga bisa. Ihh...pengen looo, kaya mbakku tiap ngobrol dengan bapak bisa panjang lebar mengemukakan pendapat. Tapi knapa malah air mataku yang tumpah ruah? Mengalir dengan derasnya....lidah ga bisa menyampaikan isi hati. Entah....sejak kecil aku lebih suka berdiam di kamar jika bapak marah. Kok jadi kebawa sampe setua ini ya? Apapun...ga bisa mengalir bebas *PR psikologisku yg hrs dirunut dari masa kecil*.
Bagiku .... bukan masalah ga mau mandiri secara finansial. Statusku adalah ibu rumah tangga....dimana seperti pada umumnya ibu-ibu lainnya , full time di rumah untuk anak-anak. Sesekali mengembangkan hobby yang kini bisa menjadi usaha bersama suami ( suami kan tanam modal juga...wkwkwk). Meski aku berhak 100 % mengolah dan menggunakan uang yang diberikan suami ke aku, tapi aku pun juga harus tetap mengemban amanah itu (salah satu bentuk baktiku). Untuk apa uang itu, tetep harus dilaporkan ke suami. Trus? Knapa ga mau langsung berangkat aja ke dokter seperti bapak bilang? Hiks....aku ga pengen merepotkan suami. Toh ... ada fasilitas kesehatan dari kantor meski melalui ASKES tadi. Dan...aku menikmati dalam proses panjang itu, antrian yang bgitu panjang, berangkat pagi jika mau check lab. Hehehe....
Tapi....bener juga kata bapak. Salah satu pelajaran lagi dalam kata Mandiri.....yup, mandiri finansial! InsyaAllah ... bapak, ini sedang kurintis/kumulai. Hobby baking & cooking yang kumulai dari 2009....pelan-pelan kukembangkan menjadi satu usaha yang bisa menghasilkan. Butuh proses .... mungkin tidak sama dengan ibu-ibu yang bekerja di kantoran. Yang tiap bulan ada gaji tetap dengan nominal besar....namanya usaha namun alhamdulillah tiap bulan ada customer yang memesan, kadang juga sering kewalahan dalam melayani pesanan customer. Pelan-pelan .... berusaha menyisihkan hasilnya sambil menambah peralatan perang ^_^ Aaahhh....andai tulisan ini terucap dengan mudah di depan bapak ya? hehehe.....gpp ^_^
Mandiri finansial mungkin memang menyenangkan bagi ibu-ibu ..... namun perlu diingat, meski mandiri secara finansial tapi harus tetap menghormati suami yang mencari nafkah untuk kita dan anak-anak. Ada beberapa fenomena seorang istri yang bekerja, mandiri secara finansial tetapi rasa hormat kepada suami menjadi luntur. Astaghfirullohalladzim....semoga kita dijauhkan dari sikap yang demikian.
Semoga ... tulisan ini sebagai pengingatku kelak. Cerita di dalamnya bisa membuatku menjadi istri, ibu, dan anak yang baik bagi keluargaku. Amin....amin Ya Rabb!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar